Candi Pawon


Candi Pawon Dengan Nama Bajranalan
Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah
ragam hiasnya. Letak Candi Pawon ini berada di antara candi Mendut dan candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari candi Borobudur dan 1150 m dari Candi Mendut. Candi yang mempunyai nama lain Candi Brajanalan ini lokasinya sekitar 2 km ke arah timur laut dari Candi Barabudhur dan 1 km ke arah tenggara 

dari Candi Mendut. Letak Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Barabudhur yang berada pada satu garis lurus mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha tersebut mempunyai kaitan yang erat. Poerbatjaraka, bahkan berpendapat bahwa candi Pawon merupakan upa angga (bagian dari) Candi Barabudhur.
Berbeda dengan candi Buddha pada umumnya, bentuk tubuh Candi Pawon ramping seperti candi Hindu.
Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi terletak di sisi barat. Ruangan dalam tubuh candi saat ini berada dalam keadaan kosong, namun pada lantai terlihat bekas yang menunjukkan bahwa tadinya terdapat arca di tempat tersebut.
Pada dinding bagian depan  candi, di sebelah utara dan selatan pintu masuk, terdapat relung yang berisi pahatan yang menggambarkan Kuwera (Dewa Kekayaan) dalam posisi berdiri. Pada dinding utara dan selatan candi terdapat relief yang sama, yaitu yang menggambarkan Kinara dan Kinari, sepasang burung berkepala manusia, berdiri mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah jambangan. Di langit tampak sepasang manusia yang sedang terbang. Salah satu peninggalan yang tersebar di banyak tempat adalah candi. Dari sekian banyak candi yang ada di daerah Magelang, hampir semua sudah aku datangi. Tinggal beberapa candi yang belum sempat aku sambangi, salah satunya candi Pawon.
Berbicara mengenai candi Pawon kita harus membicarakan juga candi Mendut dan candi Borobudur yang menjadi ikon wisata di Magelang. 1150 meter dari candi Mendut inilah berdiri candi Pawon. Dari candi Pawon, candi Borobudur berjaraj 1750 meter. Candi Pawon yang terletak di desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah ini memiliki keunikan. Bentuk candi berukuran lebih kecil dibandingkan candi Mendut. Candi Pawon merupakan Candi Budha yang seni bangunannya merupakan gabungan seni bangunan Hindu Jawa kuno dan India. Candi ini terbuat dari batu gunung berapi. Candi Pawon ini berada di atas teras dan tangga yang agak lebar. Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari. Melihat ornamen-ornamen yang ada, diduga kuat candi Pawon merupakan bagian dari candi Borobudur. Hal ini didasarkan pada relief-relief yang terdapat pada Candi Pawon yang merupakan permulaan relief Candi Borobudur.
Asal-usul nama candi Pawon masih misterius. Ada juga yang mengartikan kata pawon dengan mendekati dari kata dasarnya. Candi ini mempunyai nama lain Candi Brajanalan. Kata Brajanalan berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata ‘vajra’ yang berarti halilintar dan ‘anala’ yang berarti api. Menurut mitologi India, Dewa Indra memiliki sebuah senjata yang dinamai Vajranala dan senjata itulah yang disimpan di Candi Pawon.
Kedua nama ini, Pawon dan Brajanalan, sekaligus menunjukkan pemahaman mengenai fungsi candi ini. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Candi Pawon terletak di tengah perkampungan. Amat disayangkan kondisi di sekitar candi yang kurang diperhatikan. Satu koleksi candi yang ada di Magelang bertambah dalam memori saya. Padi yang masih menghijau, yang sudah menguning, atau yang sudah dipanen menjadi sebuah pemandangan yang luar biasa indah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites